>Air sahabat yang terlupakan

>

Berbagai kemajuan telah dilakukan untuk mengolah hasil ciptaan-Nya. Namun
air, sahabat kita, ini tetap seperti dulu, tiada berubah, walaupun sekarang ia
mengalir tidak hanya pada pegunungan, tanahan, tetapi juga melalui lorong-lorong
buatan kita, manusia. Walau bagaimana pun sulitnya kita untuk mendesain jalur,
air memang luar biasa, ia tetap bisa melalui itu dengan senyuman🙂. Luar
Biasa!!

Namun, apa yang terjadi dengannya saat ini, air yang mengalir dipegunungan
yang senantiasa memberi kesegaran bagi tumbuhan dan hewan disana, telah
kehilangan teman-teman dekatnya, pepohonan yang ramai ditebangi, hewan-hewan
yang selalu diburu demi memenuhi tujuan konsumtif kita, tanpa adanya keinginan
untuk melestarikan keberadaannya. Ada kesedihan yang dirasakan air disini, namun
sayangnya masih jarang yang memperhatikannya.

Tidak hanya digunung diperkotaan pun terjadi hal yang sama. Banyak air yang
terbiasa mengalir menjadi terhambat alirannya, membuat kebiasaannya
berubah….??? Begitu banyak terjadi penyumbatan aliran air dikota, dikarenakan
terlalu seringnya terjadi pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya.
Gorong-gorong air, Gorong-gorong sampah. Jadi tidak lagi terlihat perbedaan
antara tempat pembuangan sampah, dengan tempat aliran air, melihat begitu banyak
perubahan yang dilakukan terhadap sahabat kita ini.

Sebagai akibatnya saat ini dapat kita saksikan berita di koran, televisi, dan
internet yang menayangkan mengenai banjir, tanah longsor dan bencana air
lainnya. Jikalau air bisa “ngomong” dia pasti bilang “Mas, Mba, Abang, Neng,
Bli, Jeng, Ibu, Bapak, Ade, Teman, Sabahat tolongin kita dunk…” Ia berharap
bisa mendapat kembali tempat yang layak untuk dialiri.😦 *oh no*. Dekat
dimata jauh dihati
, itu mungkin kalimat yang bisa mewakili kepedulian kita
pada air, sahabat kita.

Tidak peduli betapa pun banyak yang tidak setuju mengenai buku “The Hidden
Message in Water” dan “The True Power of Water” karangan Masaru Emoto, aku
pribadi menganggap itu suatu yang luar biasa, karena begitu dalamnya ia
menghayati, menghargai sisi luar biasa dari sahabat kita Air. Ia lahir bak
pahlawan yang mencoba membangkitkan kembali penghargaan kita kepada Air.
Bravo…. buat Mr. Masaru Emoto.🙂.

Pantai berpasir, langit biru, laut berkilauan memantulkan matahari, ombak
putih

Berjuta tahun yang lalu, disinilah semuanya berawal. Laut
melahirkan kehidupan dan kehidupan muncul di darat,

menciptakan sebuah hari yang baru — lahirnya kebudayaan
yang sibuk.

Di sisi sumur yang sejuk dan indah, anak-anak tertawa

Anak-anak berbagi semangka. Tetumbuhan mengambil air dari
tanah, menyediakan buah manis bagi kita.

Air dari sumur dingin dan lezat.

Industri, cerobong, asap hitam, sampah botol plastik

Di suatu saat diperjalanan, kita lupa menunjukkan
penghargaan kita pada air. Air tanah dicemari,

air ledeng tidak lagi berasa enak, jadi kita beralih ke air
dalam botol plastik.

Sebuah abad baru, sebuah perang, harapan dan keputusasaan baru

Mungkin pencemaran air tidak lebih dari pencemaran jiwa
manusia.

Masyarakat modern telah berjalan sejauh kita bisa pergi. Akan
jadi apa kita sekarang?

Kristal-kristal es, berlian-berlian berkilauan, sebuah harapan baru, awal
dari sebuah petualangan baru.

Sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh bila setiap dari kita mau hidup
damai bersama air, sahabat kita. Air bersih, sumber kesehatan, merupakan satu
jaminan utama bila kita melestarikannya😉. Oleh karena itu, mari bantu sahabat
kita, lestarikan air bersih😉.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s